SAdAP Minta Walikota Kaji Ulang Resetting RT/RW

oleh -7 views

LINTASSATU – Terkait adanya langkah Walikota Makassar untuk meresetting RT RW hal ini mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat Makassar Syarifuddin Daeng Punna (SAdAP).

Menurut pria yang akrab disapa SAdAP ini yang juga mantan kandidat Walikota Makassar ini, bahwa langkah tersebut sebenarnya perlu dikaji sebelum mengambil langkah yang terlalu jauh dalam mengatur urusan RT / RW.

Setiap pimpinan RT maupun RW akan mendukung program pemerintah kota makassar untuk menjadi 2X lebih baik, hal itu bisa di monitor langsung melalui peran lurah dalam menyampaikan tujuan dari visi pembangunan yang akan di realisasikan oleh pemrintah kota Makassar, sebab lurah merupakan perpanjangan tangan dari pemkot yang terdekat dengan RT dan RW setelah camat.

Menurut SAdAP, Danny Pomanto tidak turun langsung mengganti RT RW, tidak etis pimpinan di level walikota mengatur sampai ke tingkat warga.

“Pak Walikota kita ini kan menurut saya merupakan orang yang pintar dan punya segudang prestasi dibidang management pembangunan dan tata kelola pemerintahan sehingga saya menganggap pak Danny tau apa yang seharusnya dilakukan untuk menanggapi persoalan di RT RW saat ini, sehingga publik tidak menyalah artikan langkah resetting sebagai bagian dari dendam politik karena mayoritas RT/RW di duga tidak mendukungnya saat pemilihan walikota-wakil walikota Makassar yang lalu,” ujarnya.

Olehnya itu, SAdAP, menyarankan agar Danny mempertimbangkan hal ini sebelum mengeluarkan kebijakan resetting.

Sebagaimana dipahami bersama bahwa Pemerintah kota memiliki perangkat di tingkat kecamatan dan kelurahan, sehingga persoalan seperti RT/RW ini bisa di selesaikan dengan memanggil camat atau lurahnya sebagai perwakilan warga dan pemerintah di bawah.

“Karena mengganti RT RW dibutuhkan proses pemilihan di tingkat masyarakat, sebab pergatian RT/RW secara kultur dalam manajemen pemerintahan bukanlah ranah walikota, meskipun sebenarnya bisa dilakukan namun akan dianggap terlalu jauh mengintervensi,” tukasnya. (*)