Musibah Silih Berganti, SAdAP: Mari Introspeksi Diri

oleh -10 views

MAKASSAR – Syarifuddin Daeng Punna tokoh masyarakat Sulsel di Jakarta turut menyatakan duka yang mendalam atas musibah yang menimpa bangsa ini.

Baru-baru ini gempa bumi terjadi di Kota Malang, Provinsi Jawa timur, sebelumnya banjir bandang dan tanah longsor juga melanda wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat yang mengakibatkan banyaknya kerugian materil dan juga puluhan orang dinyatakan hilang.

Menurut pria yang akrab disapa SAdAP ini, bahwa musibah yang melanda beberapa daerah tersebut merupakan teguran dari Allah SWT, tuhan semesta alam.

“Gempa di Malang yang memporak-porandakan pemukiman warga tidak disangka dengan begitu cepat terjadi. Apalagi Jawa Timur sejauh ini masih dianggap sebagai wilayah yang aman dari gempa bumi,” terang SAdAP via WhatsApp, Minggu (11/4).

Menurutnya, kejadian ini merupakan pelajaran bagi kita semua, bahwa apabila alam telah murka melihat keseharian manusia yang tidak lagi mengingat Allah maka teguran keras melalui gejolak alam terjadi seperti gempa bumi, banjir bandang, angin badai dan lain-lain semuanya karena kuasa Allah dan manusia hanya dapat berdoa dan berserah diri jika musibah itu terjadi.

Oleh sebab itu, SAdAP mengajak agar bermuhasabah diri, mengevaluasi sikap dan prilaku, mengoreksi segala kesalahan yang telah kita lakukan agar bangsa ini dijauhkan dari segala marabahaya.

Lanjutnya, falsafah hidup manusia dipengaruhi oleh beberapa unsur yang ada dalam diri manusia dan alam sekitarnya. Air, api, tanah, angin menyatu dengan tubuh setiap manusia, disitulah keseimbangan yang menuntun manusia agar lebih memahami fungsi dari keempat unsur tersebut.

Air, angin, api dan tanah sudah tidak bersahabat lagi dengan manusia, dimana 40 kali sehari semalam mereka berdoa karena ulah manusia itu sendiri, karena ego dan prilaku manusia yang tidak mau berubah sehingga ke empat unsur tersebut bereaksi dengan memberi peringatan dari Allah melalui bencana alam.

“Untuk itu marilah kita berdoa, dan meminta kepada Allah SWT agar dijauhkan dari musibah dunia, maka takutlah kepada sipembuat takut yakni Allah SWT,” pintanya.

Tak lupa SAdAP mengimbau kepada semua umat manusia, baik yang ada di Sulawesi, Maluku, Kalimantan dan wilayah lainnya agar tetap mawas diri, sebab musibah atau bencana alam dapat datang kapan saja.

“Teruslah ingat kebesaran Allah SWT dan jangan lupa senantiasa melakukan ibadah kepada sang khalik, hindari perbuatan maksiat dan marilah menyambut bulan Ramadhan dengan perbanyak amalan, introspeksi diri dan tawadhu di dalam menjalankan perintah Allah,” saran SAdAP. (*)