Kasus pembunuhan Di Kabupaten Takalar, Di Pidana 15 Tahun Penjara

oleh -6 views
Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanro di dampingi Kaat reskrim AKP Arham Gusdiar serta paranit saat press reales kasus pembunuhan di Polut

Lintassatu.com TAKALAR — Kepolisian Resort (Polres) Takalar menggelar Press reales kasus pembunuhan korban benama LS alias Sewang (67). di lobi satreskrim  Polres Takalar, Kamis (8/4/21).

Press reales dipimpin langsung Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto atas kasus pembunuhan yang terjadi pada 21 Maret lalu di lingkungan Bonto Baddo, Kelurahan Malewang, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut). dimana korbannya berinisial LS alias Sewang (67) meninggal dunia dan  pelaku berinisial L alias Daeng Nasa (51), telah di amankan di mapolres Takalar

AKBP Beny menjelaskan Bahwa, tersangka telah melakukan pembunuhan di landasi dengan pembagaian warisan yang di tinggalkan oleh orang tuanya, sebuah rumah yang sedang dilakukan Renovasi.

Lanjut Beny, menjelakan, Kronologis kejadian tersebut, dimana ketika itu pelaku mendapatkan telfon dari keponakannya bahwa rumah warisan tersebut sedang di Renovasi. jelasnya

“Mendengar Hal tersebut pelaku kemudian datang dengan maksud menghentikan, tetapi korban tidak dapat menerima sehingga melemparkan sebuah linggis dan Martil namum pelaku menghindar,” kata Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto di hadapan awak media.

Pria lulusan Akademi Kepolisan 1999 ini menuturkan bahwa, setelah menghindar  pelaku langsung mencabut sebilah Badik dari pinggangnya “yang dibawa oleh pelaku”, karena terbawa emosi, tersangka melakukan penusukan beberapa bagian pada tubuh korban. Sehingga korban tidak terselamatkan dan meniggal dunia. Tutur AKBP Beny

AKBP Beny menjelaskan peristiwa naas itu, bahwa pelaku melakukan  seorang diri. Korban saat itu juga meninggal dunia di tempat Kejadian perkara (TKP) dengan beberapa luka tusuk dibagian dada dan leher korban”. Jelasnya

setelah korban di tikam dibagian dada bawah sebelah kiri dan  perut tengah bagian atas.  korban saat itu berusaha lari melalui pintu belakang. Namun ajal menanti  pintu belakang terkunci. Sehingga pelaku kembali melakukan penusukan di bagian dada dan leher korban, dan akhirnya Koban meninggal dunia ” ungkap Kapolres.

“AKBP Beny mengatakan bahwa pelaku  dan korban mas memiliki hubungan keluarga yang sangat dekat, pembunuhan ini terkait warisan mas”

Sementara, pelaku L alias Daeng Nassa dihadapan Kapolres Takalar mengakui perbuatannya, dirinya menceritakan saat itu hanya ingin menyampaikan agar pekerjaan Renovasi tersebut dihentikan.

“Saya suruh berhenti kerja, tapi dia langsung linggis saya pak. Kemudian saya tusuk pake Badik,” kata pelaku.

“Sudah dihibahkan kepada saya pak, jadi saya tiga bersaudara berhak. Jadi tidak ada haknya ini yang saya bunuh pak,” pungkas pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku L alias Daeng Nassa disangkakan dengan pasal 340 subsider 338 subsider 351 ayat 3 ancaman hukuman 15 tahun penjara.**